Kamis, 24 Maret 2011

tempayan yang retak

Tempayan retak

Alkisah ada seorang Ibu di Cina yang sudah tua memiliki 2 buah tempayan yang digunakan untuk mencari air, yang dipikul di pundak dengan menggunakan sebatang bambu. Salah satu dari tempayan itu retak, sedangkan yang satunya tanpa cela & selalu memuat air hingga penuh.

Setibanya di rumah setelah menempuh perjalanan panjang dari sungai, air di tempayan yang retak tinggal 1/2. Selama 2 tahun hal ini berlangsung setiap hari, dimana ibu itu membawa pulang air hanya 1 1/2 tempayan. Tentunya si tempayan yang utuh sangat bangga akan pencapaiannya. Namun tempayan yang retak merasa malu akan kekurangannya, & sedih, sebab hanya bisa memenuhi 1/2 dr kewajibannya.

Setelah 2 tahun yang dianggapnya sebagai kegagalan, akhirnya dia berbicara kepada ibu tua itu di dekat sungai. "Aku malu, sebab air bocor melalui bagian tubuhku yang retak di sepanjang jalan menuju ke rumahmu." Ibu itu tersenyum, "Tidakkah kau lihat bunga beraneka warna di jalur yang kau lalui, namun tidak ada di jalur yang satunya? Aku sudah tahu kekuranganmu, jadi aku menabur benih bunga di jalurmu & setiap hari dalam perjalanan pulang kau menyirami benih2 itu. Selama 2 thn aku bisa memetik bunga2 cantik untuk menghias meja. Kalau kau tidak seperti itu, maka rumah ini tidak seasri ini, sebab tidak ada bunga."

Kita semua mempunyai kekurangan masing2, namun keretaka/ kekurangan itulah yang menjadikan hidup kita bersama menyenangkan dan saling melengkapi. Kita harus menerima setiap orang apa adanya, & mencari yang terbaik dalam diri mereka. Setiap pribadi diciptakan Tuhan pasti memiliki keunikan dan tujuan masing2, sesuai dengan kehendakNya, sehingga hidup kita dapat terus memuliakan Tuhan. Rekan2 sesama tempayan yang retak, semoga hari kalian menyenangkan. Jangan lupa mencium wanginya bunga2 di jalur kalian ^^

***************************************
Bejana Tanah Liat

William adalah seorang penasehat kerajaan yang disegani karena kebijaksanaannya, raja sangat memperhatikan perkataan dan nasehatnya. Wajah buruk dan tubuhnya yang bongkok membuat putri raja iri dan bertanya sambil mengejek : “Jika engkau bijaksana, beritahu aku mengapa Tuhan menyimpan kebijaksanaanNya dalam diri orang yang buruk rupa dan bongkok”.

William balik bertanya : “Apakah ayahmu mempunyai anggur ?”

“Semua orang tahu ayahku mempunyai anggur terbaik, pertanyaan bodoh macam apa itu”, putri raja menyahut sinis. “Dimana ia meletakkannya ?” William bertanya lagi,

“Yang pasti didalam bejana tanah liat”.

Mendengar itu William tertawa. “seorang raja yang kaya akan emas dan perak seperti ayahmu menggunakan bejana tanah liat ?”

Mendengar itu putri raja berlalu meninggalkannya dengan rasa malu, ia segera memerintahkan pelayan memindahkan semua anggur yang ada di istana dari dalam bejana tanah liat ke dalam bejana dari emas dan perak.

Suatu hari raja mengadakan jamuan bagi para tamu kerajaan, alangkah kagetnya ia karena anggur yang diminumnya rasanya sangat asam, lalu dengan geram ia memanggil semua pelayan istana yang kemudian menceritakan bahwa anggur yang disuguhkan tadi berasal dari bejana emas dan perak atas instruksi putri raja sendiri, lalu raja menegur keras perilaku putrinya itu.

Putri raja berkata kepada William, “Mengapa engkau menipu aku, aku memindahkan semua anggur ke bejana emas tapi hasilnya semua anggur jadi terasa asam.” Dengan ringan William menjawab : “Sekarang engkau tahu mengapa Tuhan lebih suka menempatkan kebijaksanaan dalam wadah yang sederhana, kebijaksanaan itu sama seperti anggur ia hanya cocok dalam bejana dari tanah liat.”

Ketika Tuhan mencari sarana yang ingin dipakaiNya, Ia tidak harus mencari yang terbuat dari emas, tetapi dari tanah liat yang sederhana.

Let it be you! (n_n)

***************************************************
Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat. (2 Korintus 12:9-10)

Senin, 14 Maret 2011

apakah kejahatan itu diciptakan Tuhan ?

Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini, “Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?”.

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, “Betul, Dia yang menciptakan semuanya”.
“Tuhan menciptakan semuanya?” Tanya professor sekali lagi.
“Ya, Pak, semuanya” kata mahasiswa tersebut.

Profesor itu menjawab, “Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan.”

Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, “Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?”
“Tentu saja,” jawab si Profesor

Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, “Profesor, apakah dingin itu ada?”
“Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah sakit flu?” Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.

Mahasiswa itu menjawab, “Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.

Mahasiswa itu melanjutkan, “Profesor, apakah gelap itu ada?” Profesor itu menjawab, “Tentu saja itu ada.”

Mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya.”

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, “Profesor, apakah kejahatan itu ada?”

Dengan bimbang professor itu menjawab, “Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan.”

Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi Anda salah, Pak. Kejahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kejahatan. Kejahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya.”

Profesor itu terdiam.

Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.

Minggu, 13 Maret 2011

sebuah harapan dlm penantian

Hari Valentine seringkali identik bagi para jomblo dengan keluhan, “Sedihnya masih jomblo di hari Valentine”. Sementara orang-orang sepertinya begitu gampang masuk maupun keluar dari sebuah hubungan. Hal ini terlihat jelas dari profil facebook dimana status hubungan para pengguna facebook yang terus berganti.

Lalu bagaimana seharusnya bagi para lajang Kristen yang sudah memasuki usia menikah harus menangani hubungan dalam kehidupan nyata? Banyak godaan yang hadir saat ini. Teman-teman saya terus mengajukan pertanyaan sepanjang waktu dan saya terus berusaha menghindar. Jadi topik tetap melajang di usia menikah sepertinya menjadi cukup populer di kalangan saya.

Beberapa tahun yang lalu, seorang pria benar-benar membuat saya tergoda: saya diminta untuk menemaninya ke sebuah pesta dansa yang megah (ya, pesta dansa seperti di kisah Cinderella!) Tapi saya menolaknya. Kenapa? Karena dia tidak seiman. Jadi gaun pesta saya tetap tergantung di dalam lemari malam itu.

Beberapa orang mungkin akan berkata, “Hei Stacie, kamu terlalu ekstrim. Itu kan hanya kencan”. Yah, sebuah kencan cukup untuk meluncurkan roket emosi dan kemungkinan yang tak dapat diterima. Saat ini saya sedang tidak mencoba untuk melawan cara yang berbeda agar bertemu dengan orang lain. Saya hanya tidak akan terburu-buru. Hal itu tidak akan berhasil. Meskipun saya memiliki banyak kesempatan, saya hanya memilih beberapa kencan dan itu tidak banyak. Mengapa? Karena saya ingin menjaga hati saya, hati pria yang mendekati saya, dan memanfaatkan kriteria yang berpusat pada Kristus.

Ya, saya adalah seorang wanita usia 24 tahun, belum menikah, super sibuk dan memiliki hasrat untuk Injil. Saya tetap menyembunyikan status hubungan saya dari publik di facebook untuk alasan yang baik: Saya bukan berkencan untuk mencari perhatian. Saya berkencan dengan niat.

Kawanan mak comblang mendatangi saya dan menawarkan pilihan terbaik mereka – dan terkadang itu putra mereka sendiri! Namun dengan halus dan lembut saya menahan diri dari kebanyakan mereka. Mengapa? Karena saya percaya bahwa Pencipta saya adalah mak combalng saya.

Sebagai orang percaya, kita seringkali jatuh dalam tiga kategori ini:
1. Cendekiawan Tanpa Komitmen: Beberapa orang percaya memasuki siklus penalaran yang tidak sehat dengan melakukan sindrom tanpa komitmen. Mereka mengenakan topeng kekuatiran dan menyebutnya sebagai “analisa”. Hal ini menyebabkan banyak orang menjadi tidak sadar akan hal-hal yang sebenarnya mudah dimengerti. Banyak hati yang terluka sebagai akibat dari kekuatiran intelektual.

2. Penyelam Emosional: Beberapa orang mencampur-adukkan perasaan dengan iman. Mereka “merasa” telah bertemu dengan “orang yang tepat”. Oleh karena itu mereka pun menenggelamkan diri. Mereka menyelam dengan sangat dalam dan akhirnya berjuang untuk bertahan hidup di kemudian hari.

3. Seimbang dan Berani: Orang percaya ini menyadari bahwa pernikahan adalah hal yang serius, tapi juga menarik keberanian mereka dari Kristus. Mereka berjalan dengan hati-hati dan penuh dengan tujuan. Mereka tidak berkencan selama bertahun-tahun (atau dalam hitungan hari) untuk membuat keputusan. Mereka memutuskan untuk berkomitmen atau berpisah dalam jangka waktu yang wajar. Kemudian, ketika mereka bergantung pada iman dan formula yang berpusat pada Kristus untuk menemukan “teman hidup”, mereka berkomitmen tanpa membiarkan ketakutan memimpin hati mereka.

Apakah Anda merasa sedang berada di dalam “ruang tunggu cinta”-nya Tuhan? Apakah Anda masih melajang (di usia yang sudah pantas untuk menikah serta mapan) dan harus menghadapi para ibu-ibu yang menjadi mak comblang? Apakah Anda ingin mengikuti Yesus tanpa kompromi?

Berikut adalah beberapa tips untuk tetap berpusat pada konsep Ilahi dalam menemukan “teman hidup”.

1. Jadikan cinta Ilahi sebagai prioritas pertama Anda. Ikuti Yesus. Jangan jadikan pernikahan sebagai pencarian utama Anda. Berusahalah untuk mengasihi Allah dan orang lain. Lalu segala sesuatunya akan berada di tempatnya. Peganglah ayat-ayat ini:
“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Matius 6:33)

“Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu (hidup Anda) dan dengan segenap akal budimu (segala pemikiran dan pemahaman moral Anda) dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.” (Markus 12:30-31)

2. Jangan biarkan perasaan cinta menutupi logika . Lihatlah jika karakter seseorang sesuai dengan “rumus logis” untuk kompatibilitas (kecocokan). Jangan puas untuk mendapatkan yang kurang daripada pemberian Tuhan yang terbaik. Contoh:

Pengikut Yesus (+), saling pengertian atau memiliki minat yang sama (+), menarik (+), memiliki selera humor yang sama (+), keluarga yang harmonis dan keyakinan dalam membesarkan anak (-), doa (+), konsistensi karakter dari waktu ke waktu (minimal setahun) = potensial “teman hidup”.

3. Mematuhi Firman Tuhan sebagai yang pertama dan terpenting – dan bertindak berdasarkan Firman. Hindari menggunakan kencan maupun buku panduan sebagai pengganti keunggulan Kitab Suci.
“Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.” (Yakobus 1:22)

4. Jangan jadikan cara Anda sebagai alasan dalam situasi yang buruk. Jangan juga jadikan cara Anda sebagai alasan dalam situasi yang baik. Sebagai manusia, kita semua memiliki cara untuk membuat pilihan salah yang tampak benar pada waktu itu. Kita juga menjadikan kebenaran terlihat salah saat kita takut. Namun, sebagai orang percaya, kita memiliki Roh Kudus untuk membimbing kita. Tuhan berbicara kepada kita dan menggunakan Kitab Suci suntuk membimbing kita.
“Karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng.” (2 Korintus 10:4)

5. Percayakan Pencipta Anda sebagai mak comblang Anda. Tangan-Nya bergerak dengan kecepatan yang sempurna. Hai para gadis, bersantailah dan nikmati hidup tanpa mencoba membuat pria tertarik kepada Anda setiap saat. Anda tidak dapat memaksa tangan Tuhan untuk membawa Anda kepada seseorang. Hai para pria, arahkan pandangan Anda kepada Yesus dan IA akan membuka mata Anda untuk melihat wanita mana yang pantas Anda ajak kencan. Hai para gadis, nikmatilah untuk dikejar. Anda merupakan harta yang layak untuk dikejar. Hai para pria, nikmati peran Anda berburu wanita saleh dan memperlakukan mereka sebagai Putri Allah. Kirimkan ia bunga, perlakukan ia dengan baik dan dengan kasih Tuhan, dan tunjukkan padanya bahwa ksatria belumlah mati.
“Siapa mendapat isteri, mendapat sesuatu yang baik, dan ia dikenan TUHAN.” (Amsal 18:22)

6. Percaya dan berlakulah sebagaimana layaknya orang percaya – bukan sebagaimana kencan di dunia sekuler. Jangan biarkan “kebohongan nafsu” dunia mendustakan kebenaran. Dunia mengajarkan kepada kita untuk berpakaian seksi, terbuka, dan berhubungan dengan berbagai macam pria maupun wanita. Hal ini sangat salah. Tuhan ingin agar kita mengejar DIA sebagai yang utama dan menjadi kudus sebagaimana IA adalah kudus.
“Tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.” (1 Petrus 1:15-16)

7. Berkencanlah hanya dengan mereka yang berpotensi untuk menikah. Jangan main-main dengan hal ini hanya untuk hiburan intelektual dan dipenuhi nafsu. Lagipula, setiap pernikahan dimulai dengan kencan atau pertemuan. Setiap api dimulai dengan percikan. Pastikan api itu dimulai oleh Allah.
“Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.” (Kolose 3:2)

Sangat mudah bagi para lajang untuk tetap lajang dan tidak memikirkan pernikahan. Tapi Tuhan tidak melihat status kita yang “lajang” atau “menikah”. Tuhan mengasihi kita dan memakai hidup kita saat kita mengosongkan diri kita dan mengisinya dengan pribadi-Nya. Ya! Pernikahan yang berpusat pada Kristus adalah suatu hal yang luar biasa. Namun jika kita tidak pernah bertemu “si dia” yang terwakili dalam “formula berdasarkan iman” kita, maka kita akan tetap sama sebagai pribadi yang dicintai Allah dan dipakai oleh-Nya. Dalam keadaan terbalik, Tuhan tidak membawa orang Kristen yang baik, cocok dan menarik ke dalam hidup kita untuk menyiksa kita dengan pertanyaan-pertanyaan apakah kita akan tetap melajang atau akan menikah. Tetaplah berdoa dengan pikiran terbuka untuk menerima apa yang Tuhan kirimkan. Runtuhkan dinding kekuatiran dan melangkahlah dengan iman – bukan dengan ketakutan.

“Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.” (Yakobus 1:7)

Saat ini, secara alami saya adalah seorang yang penuh kasih sayang dan bersemangat akan kemungkinan menikah suatu hari nanti. Akhir-akhir ini, saya cenderung merasa bahwa Tuhan mungkin ingin agar saya menikah karena saya memiliki keinginan tiada henti untuk membantu dan mencintai seseorang dan melayani Yesus bersama-sama suatu hari nanti.

Apapun yang terjadi, saya percaya pada Yesus. Saya akan menjalani hidup saya bagi Yesus, menikmati petualangan dengan-Nya dan bersandar pada-Nya untuk masa depan. Sesederhana itu. Sangat luar biasa!

Saat Tuhan mengirimkan milik-Nya yang terbaik kepada Anda, berlarilah dengan itu. Dan Anda tidak akan menyesalinya!

Sumber: www.jawaban.com. By: Stacie Ruth Stoelting

Kamis, 10 Maret 2011

indikasi ababil

1. Kalo ada trend makanan baru langsung deh pada berburu. Ex: MAGNUM.
Es Cream satu ini nih lagu di gandrungi para ababil jaman sekarang.
bentar bentar di status bilang 'pengen MAGNUM, ada yang mau beliin aku MAGNUM'..
Atau update tweets 'lagi makan MAGNUM nih', 'galaau.. Jadi pengen MAGNUM'..
Lebih parahnya lagi gan sampe ada yang ngejadiin si MAGNUM itu buat temen foto.
Click ..!
Langsung upload deh foto bareng si MAGNUM itu.

Geleng-geleng kepala aja deh gan liat yang begini, ini ga pernah makan es krim atau apa yah, pantes ga nih gan di bilang GAUL ..?




2. Bikin acc sejibun ..!

Gara gara tren doi ikut ikutan bikin segala aacc, ex : twitter, foursquare, plurk, YM, Koprol, etc.
Padahal ngerti pake nya aja ngga gan !! Iseng iseng buat koleksi lah biar dibilang GAUL, MODERN.
Ini juga parah nih, ada ada aja yah ababil sekarang.



3. kalo update status cinta cintaan mulu ..!! Ex: 'kangeen sama si dia nih, luph her forever and always..' 'duch.. Ceneng deh ada dy yg slalu temani aku, aku cuma cinta dia clamanya..' 'dia dihatiku takkan terganti, aku akan mencintai dia selamanya seumur hidupku hanya dia yang aku cinta' etc.
Mau dibilang MESRA..?
HOT COUPLE..?
Pake Tag nama doi juga gan, ex : 'kangeen Bejo Caiiank Qmuh ..'
Waduuuh... Diliat dari relationship juga udah tau kali tanpa perlu tag nama doi di status.
ini juga bikin geleng geleng kepala deh.



4. Kalo PUTUS, beeh status nya frontal !!! Kemaren kemaren update status selalu ada kata LOVE nya, pas PUTUS ..? 'gue benci dia, FVCK buat dia, BRENNgsek' segala kebun binatang ikut semua.
Hadeh..
Makanya gan kalo lagi jatuh cinta inget ama yang dibawah kita jangan bahagia sendiri, udah putus nyaho kan..?
Ckck




5. Kalo baru baru pacaran statusnya langsung in relationship, marah dikit langsung ganti jadi 'rumit' marahan lagi ganti lagi jadi 'menjalin hubungan tanpa status'. Ngga capek apa gonta ganti status..? Hadeh hadeh.



6. Kalo bergaul kerjaannya ngabisin duit ..! Ngga jelas tujuannya tapi punya prinsip satu 'DUIT HARUS HABIS' . Duit masih minta sama ortu aja kok sok sih mau di abis abisin, berapa hari kemudian mewek mewek mau shoping gada duit !! Ini nih yang paling amit amit, naujubilah minjalik gan..! Anak gatau diri ini, dia kira kerja gampang !!



7. Nuntut ortu macem macem biar di bilang GAUL harus punya 3B. BlackBerry, Behel, Belah tengah. Hellooo..... Darimana sejarahnya orang pake BB dibilang GAUL, ane dulu pake BB tetep aje tuh katrok+ga naik naik pringkatnye !! Ini sih bukan GAUL tapi nyiksa ortu.
Foto ditiap tempat. Sampe di WC pun mungkin foto foto juga kali yahh. Katanya biar eksis gan !! Mau EKSIS..? Jangan alay PLEASE.



8. Kalo di FB kerjaannya WTW mulu biar jumlahnya banyak, biar dibilang eksis. Tiap temen di sms/ditelfon 'wtw yuks ahh..' haha...
Kalo di twitter pasti ikutan forum #jfb !! Katanya biar angka followers lebih banyak dari angka following, biar EKSIS gan ! ONLINE tiap hari, setiap orang di mention biar tweetsnya banyak, tiap tweets udah di RT sama doi bakal di RT lagi terus begitu sampe kiamat kali.



9. Laganya sok METAL gan, pake sepatu Vans, Baju Metal, moshing mosing segala.. ! Tapi mental nya MENTAL BANCI ..! Banci ajaa mentalnya KUAT kok. Sok METAL tindik tindikan tapi pas berantem sama pacar/putus besoknya kesekolah berubah jadi 'ling-ling'.
Gaya doang sok METAL !!



10. NGEROKOK biar dibilang GAUL. Minum Anggur Merah biar dibilang GAUL. MADOL biar dibilang GAUL. Waaah ini sih bukan GAUL tapi ngerusak diri.




semoga bermanfaat...!!!

Minggu, 20 Februari 2011

tuhan adalah nahkoda dlm hidupku

Suatu saat aku sedang menikmati senja dalam perahu keselamatanku yg sedang berlabuh,
Kulihat TUHAN di ruang pengemudi, DIA menatapku & berkata,
"Lepaskanlah tambatan tali itu, & biarkan AKU membawa engkau ke seberang.. Sebab bukan rancangan-KU engkau tertambat disini"

Gelisah & kuatir aku menjawab,
"TUHAN, bukankah lebih baik aku tetap di sini ?
Aku tak akan melihat taufan & badai.
Dan aku dapat kembali ke darat kapan pun aku mau "

Dengan lembut, DIA memegang tanganku, menatap mataku & berkata:
"jika engkau tidak mengalami taufan & badai, engkau tidak akan pernah melihat bagaimana AKU mengatasi semua itu.. Engkau juga tidak akan pernah melihat, bahwa AKU berkuasa atas semua itu"

Dalam pergumulanku, aku memandangi tali yg mengikat perahu.
Di tali itu, kulihat ada rasa kuatir akan keuangan, pekerjaan, kehidupan, & masa depanku.
Dalam hatiku aku bertanya,
Tahukah DIA apa yang aku inginkan?
Mengertikah DIA apa yang aku rindukan?

TUHAN memelukku & berkata lembut,
"Memang tidak semuanya akan sesuai dengan apa yg engkau inginkan,
Bahkan mungkin kebalikannya yang akan engkau dapatkan.
Tapi maukah engkau percaya, bahwa rancangan-Ku adalah rancangan damai sejahtera dan masa depanmu adalah masa depan yg penuh harapan?"

DIA memeluk & menangis bersamaku,
Lalu dengan berat aku melepas tali perahuku,
ku lepaskan semua rasa kuatir itu dari hatiku,
ku taruh masa depanku di tangan-NYA.

Aku tidak tahu bagaimana nanti masa depanku, tapi aku percaya DIA sudah ada di sana.
Dengan penuh harap, aku menatap-NYA serta menggenggam erat tangan-NYA & berkata,
"Jadilah nahkoda dalam hidupku & marilah berlayar bersama..
Meski aku takut, gelisah di dalam hatiku...
Ajarku untuk dapat percaya kepadaMU.."

Seberat apa pun jalan di hadapan kita kelak..
Bersama Tuhan, kita akan aman sampai ke seberang..

****************************************
Dalam takut akan TUHAN ada ketentraman yang besar, bahkan ada perlindungan bagi anak-anakNYA. Takut akan TUHAN adalah sumber kehidupan sehingga orang terhindar dari jerat maut.
Amsal 14:26-27

Kamis, 02 Juli 2009

my open life

hai, namaku pracoyo cipto nugroho
aku dilahirkan dari sepasang suami - istri yang saling mencintai dengan keadaan yang cukup sederhana bahkan dapat dibilang pas - pas an,
didalam namaku yang kamu pikir elok and sedikit aneh mungkin, mempunyai sejarah yang cukup panjang, ini menurut ayahku yang memberi nama padaku. berikut arti dan sepenggal cerita tentang namaku :
pracoyo dalam bahasa jawa berarti percaya, disini kedua orang tua ku mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan, setelah menikah lebih dari tujuh tahun, keluarga ini belum dikaruniai seorang anak atau keturunan. sempat membuat ibu saya bingung karena sudah dua kali keguguran (miskram), namun ditengah kebingungan tersebut ayah saya percaya pasti ada mukjizat yang nyata atas keluarga ini, dan ayahku bernazar "walaupun hanya satu anak saja asalkan itu pria/laki-laki, itu sudah cukup". hal ini mungkin didengar oleh Tuhan menginjak tahun menginjak tahun ketujuh akhir mukjizat terjadi atas keluarga ini, ibu saya mulai mengandung dan tahun kedelapan pada bulan september lahirlah saya dengan keadaan sempurna adanya disebuah rumah sakit yang sebagian namanya turut dalam nama lengkap saya.
Cipto nah, inilah yang saya ceritakan tadi nama cipto ini merupakan rumah sakit dimana saya dilahirkan, setelah menempuh banyak hambatan saat proses persalinan, hingga akhirnya dirujuk ke rumah sakit cipto mangunkusumo (RSCM) dirumah sakit ini saya lahir dengan selamat tanpa sesar walaupun saat itu kondisi saya sudah kekurangan cairan karena air ketuban yang terus keluar, 5 menit lagi saya tidak keluar saya tidak akan selamat alias mati, T_T sedih ternyata mengingat perjuangan ibu saya saat itu.... Thanks God,
nah nama terakhir saya adalah Nugroho dalam bahasa jawa adalah anugrah, adanya saya didunia ini sampai sekarang merupakan anugerah yang tak terhingga oleh Tuhan Yesus Kristus kepada saya dan kedua orang tua saya...
Terima kasih Tuhan, saya bersyukur Engkau memberikan saya kedua orang tua yang amat menyayangi saya sampai saya sebesar ini, terima kasih saya berjanji akan selalu menghormati kedua orang tua yang telah melahirkan dan membesarkan say...

Anugerah yang yang tak terhingga juga saya rasakan sampai saat ini, yaitu pengorbanan seorang Putra Allah di kayu salib demi menebus dosa - dosa saya dan pasti anda juga, sehingga saya layak dihadapan Allah Bapa, disucikan oleh darah Nya yang tercurah di kayu salib, Saya telah menang bahkan saya lebih dari pemenang didalam Yesus Tuhan...


Amien...
GBU

Kamis, 25 Juni 2009

a trip to hell (KKR Philip mantofa)

Tanggal 1 Januari 2000 pukul 05:00 pagi, saya berada di suatu daerah gurun pasir yang luas, tandus kering-kerontang. Udara terasa berat, panas terik sangat menyengat.
Saya melihat banyak binatang aneh dan menjijikkan yang tak pernah saya temui sebelumnya. Saya berjalan setapak demi setapak melewati gurun itu hingga sampai pada suatu tempat yang menyeramkan!

Perasaan aneh melingkupi saya, rasa sakit menjalar di tulang-tulang saya. Suasana sangat sunyi mencekam. Tak ada sedikitpun angin berhembus. Mendung kelam menyelimuti daerah itu. Saya tak bisa menggambarkannya lebih baik lagi dengan kata-kata … karena hanya kengerian yang ada di sana … !

Sebuah pintu gerbang menjulang di hadapan saya. Dengan gelisah namun ingin tahu saya mencoba membuka gerbang itu. Tidak cukup sulit untuk dibuka. Saya masuk dan tersentak, ternyata masih ada sebuah pintu gerbang lagi, … menjulang dan mengerikan dengan palang bertuliskan VALLEY OF TORTURE!!! (Lembah Penyiksaan)

Terbersit keraguan di hati saya, haruskah saya melanjutkan ‘perjalanan’ ini atau tidak, tetapi ada sesuatu yang kuat mendorong saya untuk meneruskannya.
Degup jantung saya begitu keras seakan saya dapat mendengarnya saat saya membuka gerbang berikutnya dan … oh Tuhan!! Saya tidak percaya … saya tidak percaya dengan apa yang saya lihat … tetapi itulah kenyataannya!

Di hadapan saya terbentang suatu lorong yang diliputi oleh kegelapan. Saya berdiri di pinggir pintu gerbang dan saya tidak bisa memperkirakan seberapa luas dan panjang lorong itu. Saya melihat asap samar-samar membumbung pada ujungnya. Saya merasa itu adalah lautan api yang sangat dahsyat!

Di sepanjang lorong yang gelap itu saya melihat banyak orang disiksa oleh makhluk-makhluk berpakaian hitam dan bertanduk kepalanya. Saya melihat makhluk-makhluk itu sangat bernafsu menyiksa orang yang ada di sana sebelum mereka semua dimasukkan dalam lautan api di ujung lorong. Saya mendengar tangisan yang memilukan serta erangan kesakitan bercampur dengan suara tawa yang menjijikkan di tempat yang sangat kotor tersebut.

Di tepi lorong, seorang wanita muda dengan tangan terikat pada sebuah kayu, dikelilingi banyak makhluk bertanduk yang mengejek serta mentertawakannya. Saya memandang wajahnya yang sudah putih pucat itu diliputi ketakutan yang amat sangat. Di depan matanya mengayun-ayun sebuah senjata berbentuk aneh yang tak pernah kujumpai sebelumnya. Saya tak tahu apa itu, tapi bentuknya semacam garpu penggaruk dengan mata pisau yang amat tajam. Senjata itu dibawa oleh salah satu iblis bertanduk yang sedang mengerubuti wanita itu.
Saya mendengar iblis itu mengancam wanita malang yang ketakutan itu. “Ayo berdusta!!! Ayo berdusta!!!”
Saya lihat wanita muda itu makin ketakutan. Dia sudah sepenuhnya jatuh dalam kuasa para iblis bertanduk itu sehingga ia mau menuruti kemauan mereka. Wanita itu menjawab, “Ya! Ya! Aku berdusta! Aku berdusta!!”

Para iblis itu tertawa terbahak-bahak. Kelihatannya mereka pusa dengan jawaban wanita muda itu. Saya menyangka setelah wanita itu menuruti apa yang mereka mau, ia akan dilepaskan. Tapi apa yang terjadi kemudian mengagetkan saya! Iblis itu malah menyorongkan benda mengerikan itu ke dalam wajahnya! Darah segar menyembur keluar! Saya merasa ngeri! Wajahnya tak berbentuk lagi dan teriakan kesakitannya begitu menyayat hati!

“Stop! Hentikaaan!!” saya berteriak.
Tapi aneh, mereka tidak mendengar suara saya, bahkan tampaknya kehadiran saya sama sekali tak terlihat oleh mereka!

Saya merasa jijik dan muak melihat semuanya itu, tetapi ternyata masih banyak pemandangan lain yang lebih mengejutkan menanti saya!

Berikutnya saya lihat seorang laki-laki dengan rambut hangus, wajahnya tinggal tengkorak yang membusuk. Dari rongga-rongga tengkoraknya keluar ulat-ulat yang tak dapat terbakar oleh api. Laki-laki tersebut diusung dari ujung lorong yang dekat dengan api, saya merasa mereka telah lama menyiksa orang itu. Tubuhnya hangus dan dagingnya meleleh karena diletakkan dekat api yang tak terhingga panasnya!

Iblis-iblis pengusungnya tertawa mengejek dia. Tak ada yang bisa ia lakukan selain pasrah dengan keadaannya. Ia sekarat tapi tak bisa mati. Ia kelihatan seperti sedang merasakan kesakitan yang luar biasa. Mulutnya megap-megap seakan memohon belas kasihan. Seorang dari iblis-iblis itu berteriak, “Ayo masturbasi!! Ayo masturbasi!!!” Pria itu menjawab dengan bergetar, “Ya, aku masturbasi … aku masturbasi!! … Aaahhhh!” Pria itu menjerit, dari sekujur tubuhnya keluar banyak ulat … sangat banyak!!
Saya merasa jijik melihatnya, apalagi mendengar jeritannya … begitu ngeri!!

Masih banyak lagi teriakan dan perintah-perintah yang saya dengar. “Ayo minum! Ayo mabuk!” “Ayo judi!” “Ayo menipu!”, dan para iblis itu tertawa-tawa menikmati erangan serta tangisan seolah-olah mereka sedang mendengar alunan musik yang indah. Saya tidak berani berjalan masuk lebih dalam lagi, saya hanya melihat sejauh mata memandang dan saya yakin masih banyak lagi jenis-jenis penyiksaan yang dilakukan di lorong yang lebih pas disebut barak penyiksaan itu.

Saya menemukan suatu pemandangan yang sangat mengagetkan, banyak orang saleh dan beragama di sana!!!
Saya tak percaya tapi tak berkuasa untuk menyangkal apa yang saya lihat. Saya mendengar teriakan mereka saat disiksa. Mereka berteriak menyebut nama Tuhan, “Tuhan tolong aku!” “Tuhan bukankah aku selalu bersama dengan Engkau?!” “Engkau mengajar di kota-kota kami!” “Aku melayani Engkau Tuhan!!”

Mereka berteriak memohon-mohon pada Tuhan tetapi kesempatan itu sudah tertutup bagi mereka, sampai akhirnya saya mendengar mereka menghujat Tuhan! Hancur hati saya melihat hal ini!

Setelah itu saya benar-benar berada di puncak kengerian yang amat sangat. Saya tak kuat lagi melanjutkan ‘perjalanan’ ini, dan jika dilanjutkan kemungkinan besar saya akan benar-benar mati! “Tuhan …” teriakku “Tolong saya untuk keluar dari sini! Tolong Tuhan!! … Seketika itu juga saya … saya tersadar! Semua yang terjadi tadi adalah sebuah vision, sebuah penglihatan … penglihatan yang amat mengerikan … penglihatan tentang neraka!!!
Saya senang mendapati diri saya berada di rumah, walau setelah itu saya mengalami sakit berhari-hari. Seluruh tulang dan persendian saya ngilu, maag saya kumat dan shock terus membayangi saya berhari-hari.

Saya berdoa kepada Tuhan dan bertanya, apa arti semua itu, apa yang Ia inginkan dengan pengalaman saya itu. Tuhan memberi saya pengertian dan beban yang amat mendalam bagi orang-orang di sekitar saya. Tuhan ingin saya memberitahukan apa yang telah dan akan terjadi pada semua orang. Banyak dari mereka sedang bersenang-senang, makan minum, pesta pora, sex bebas, narkoba dan banyak kesenangan lain yang seolah mereka bisa nikmati selamanya. Mereka tidak sadar bahwa neraka dan iblis-iblis bertanduk sedang menanti mereka. Mereka adalah mangsa berikutnya.!

Saya tahu, Tuhan Yesus sangat mengasihimu.
‘Penglihatan’ yang telah ditunjukkan pada saya membuktikan bahwa Ia masih memberimu kesempatan untuk bertobat.

Sahabatku, saya harus menulis surat ini padamu untuk memperingatkanmu. Saya tidak mau engkau mengalami hal yang sama dengan mereka yang ada di sana. Sungguh, saya mengasihimu dan harapan saya adalah supaya engkau merenungkan semua ini dan benar-benar bertobat. Terimalah Tuhan Yesus sebagai Juruselamatmu secara pribadi, mulailah hidup yang baru dan jangan keluar dari jalan yang telah Tuhan Yesus tetapkan.

Saya menyelipkan sebuah undangan khusus untukmu, dan saya harap engkau mau datang dalam acara ini, kita akan bertemu di sana.
Sahabat, saya akhiri surat ini, saya selalu berdoa untukmu dan saya nantikan kehadiranmu.
Tuhan memberkatimu!

Sahabatmu, Philip Mantofa